Asosiasi Toko Taruhan Olahraga Dominika (ADOBAD) kembali mendorong Senat untuk melakukan tinjauan ulang terhadap regulasi perjudian di Republik Dominika. Langkah ini dipicu oleh tindakan Komisi Nasional Balap Kuda (CHN) yang telah mendistribusikan 29.100 izin untuk pacuan kuda virtual. ADOBAD dan Asosiasi Nasional Toko Taruhan Olahraga (Asonabade) menilai angka tersebut jauh di atas ekspektasi.
Kontroversi Seputar Izin Perjudian
Kontroversi muncul ketika ada klaim bahwa CHN telah mengeluarkan lebih dari 70.000 izin, sementara Ketua CHN, Francisco Pavonessa Grullón, menyatakan hanya ada 29.100 yang diberikan dari lebih dari 60.000 permohonan. ADOBAD khawatir situasi ini akan memicu diskusi ulang legislatif yang bisa berdampak pada usaha mereka.
Kekhawatiran ADOBAD Terhadap Perjudian Virtual
Dalam pernyataannya, ADOBAD menilai jika peraturan ini diterima dalam bentuk yang sekarang, perjudian elektronik dan virtual bisa berkembang lebih cepat. Ketua ADOBAD mencatat bahwa banyaknya izin yang diterbitkan dapat menjadi gambaran dari dampak peraturan yang lebih luas, yang dikhawatirkan akan memungkinkan operasi kasino virtual yang mudah diakses oleh anak-anak dan remaja.
Pertanyaan Mengenai Jumlah Izin
ADOBAD juga mempertanyakan jumlah izin yang diberikan kepada outlet lotere publik. Mereka khawatir ini akan memacu aktivitas perjudian yang tidak terkontrol oleh regulasi yang ada.
CHN Pertahankan Otoritasnya
CHN teguh bahwa mereka beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku, terutama Keputusan 480-19, yang menentukan permainan pacuan kuda virtual. ADOBAD masih menantang interpretasi ini.
Peninjauan Senat
Diskusi ini berlangsung di saat Senat Dominika tengah menelaah pembentukan Direktorat Jenderal Permainan, yang akan bertugas mengelola dan mengawasi industri perjudian dan taruhan. Proposal ini mungkin mengubah pembagian otoritas di antara lembaga pemerintah dan menetapkan aturan baru untuk pasar perjudian lama dan baru.
Tantangan dalam Regulasi Perjudian Digital
ADOBAD menguatkan pembahasan tentang regulasi perjudian virtual dalam proses legislatif. Ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi Republik Dominika dalam menangani ekspansi perjudian digital, termasuk memperjelas tanggung jawab institusi terkait.
Kesimpulan
ADOBAD terus mengadvokasi peninjauan teliti terhadap Undang-Undang Perjudian Umum, khususnya terkait peningkatan izin dan perkembangan perjudian virtual. Sebagai organisasi yang peduli dengan efek sosial perjudian, ADOBAD berupaya memastikan regulasi saat ini bisa mengikuti perkembangan industri perjudian digital. Dengan terus memantau isu ini, diharapkan Senat dapat membuat keputusan terbaik untuk masa depan regulasi perjudian di Dominika.